7 Manfaat Wortel Bagi Ibu Hamil

orange

Siapa pun pasti mengetahui bahwa wortel kaya akan vitamin A dan bermanfaat bagi kesehatan mata. Lalu, apa hanya itu saja kandungan nutrisi yang terdapat dalam wortel? Tidak, wortel ternyata mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk pada ibu hamil dan janinnya. Di bawah ini beberapa jenis nutrisi dan manfaat wortel bagi kehamilan yang perlu Anda ketahui.

  1. Vitamin A
    Wortel kaya akan vitamin A yang berfungsi menjaga kesehatan mata ibu hamil dan menunjang perkembangan indra penglihatan pada janin.
  1. Betakaroten
    Warna oranye pada wortel menandakan bahwa wortel mengandung betakaroten yaitu provitamin A yang akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A. Betakaroten ini juga berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi tubuh ibu dari bahaya radikal bebas dan mencegah timbulnya kanker.
  1. Kalsium
    Ibu hamil membutuhkan banyak asupan kalsium untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang dan gigi serta mendukung pertumbuhan tulang dan gigi pada janin. Selain itu, kalsium juga bermanfaat meningkatkan produksi ASI nanti.
  1. Vitamin C
    Vitamin C bermanfaat untuk meningkatkan sistem daya tahan atau kekebalan tubuh ibu hamil, meningkatkan produksi kolagen ibu hamil, menjaga kesehatan dan pertumbuhan tulang dan gigi pada ibu hamil dan janin. Selain itu, vitamin C selalu dibutuhkan untuk membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Vitamin C ini juga berperan sangat penting dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan janin serta mencegah risiko bayi lahir cacat.
  1. Kalium
    Kalium sangat bermanfaat bagi ibu hamil dalam mencegah kram otot, menjaga denyut jantung normal dan meningkatkan aliran darah ke otak, menjaga sistem jaringan saraf, dan menjaga kadar kolesterol tetap normal.
  1. Serat
    Wortel mengandung banyak serat yang ampuh dalam mencegah sembelit atau konstipasi pada ibu hamil. Selain itu, serat dan sifat wortel yang rendah lemak sangat membantu dalam menjaga berat badan tetap ideal selama kehamilan.
  1. Zat besi
    Zat besi dalam masa kehamilan sangat dibutuhkan untuk membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia atau kurang darah pada ibu hamil.

Wortel tidak hanya sedap dengan diolah menjadi bahan campuran sayur ataupun kudapan, namun wortel ternyata juga segar dinikmati dalam bentuk jus lho, Mam. Mengetahui banyaknya khasiat penting dalam wortel, segera kreasikan wortel ke dalam berbagai macam bentuk olahan favorit Anda ya. Dan, jadikan wortel sebagai sumber nutrisi Anda setiap hari. Semoga bermanfaat.

Sumber : http://www.ibudanmama.com

Iklan

Teknik Dasar dan Pentingnya Senam Nifas

Kebahagaiaan menyambut kedatangan si Kecil tentu mengalahkan segala rasa sakit selama proses melahirkan. Biarkan begitu, Anda tetap harus memperhatikan kondisi badan Anda, lho. Salah satunya melalui senam nifas.

Selama masa nifas tentu Anda mengalami beberapa kondisi tubuh yang berubah. Seperti rasa pegal, lemas, sakit kepala, otot panggul yang kendor, dll. Jangan khawatir Mam, semua keluhan tersebut dapat Anda atasi dengan melakukan senam nifas. Adapun beberapa tujuan senam nifas adalah sebagai berikut:

  1. Mempercepat proses pemulihan kondisi tubuh ibu setelah persalinan.
  2. Memperlancar proses involusi uteri atau proses kembalinya rahim ke bentuk semula.
  3. Menjaga kekuatan otot perut, otot dasar panggul, dan otot pergerakan.
  4. Memperbaiki sirkulasi darah, sikap tubuh setelah hamil dan melahirkan, regangan otot tungkai bawah.
  5. Mencegah komplikasi selama masa nifas.
  6. Mencegah pembengkakan (edema) pada pergelangan kaki dan timbulnya varises.

Senam nifas adalah latihan gerak yang dilakukan secepat mungkin setelah ibu melahirkan agar otot-otot yang mengalami peregangan selama proses kehamilan dan persalinan dapat kembali pada kondisi normal seperti semula. Sebelum mengetahui teknik senam nifas, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu syarat yang harus dipastikan sebelum mengikuti terapi gerak pasca persalinan ini.

  1. Senam nifas boleh diikuti oleh ibu yang melahirkan secara sehat tanpa ada kelainan atau komplikasi penyakit tertentu.
  2. Senam nifas bisa dilakukan 6-24 jam setelah ibu melahirkan secara normal. Sedangkan, bagi ibu yang melahirkan dengan operasi Caesar dapat melakukan senam ini 3 bulan setelah operasi.
  3. Senam nifas dapat dilakukan pada pagi atau sore hari.
  4. Senam nifas dapat mulai dilakukan 6 jam setelah persalinan saat masih berada di rumah sakit dan dilanjutkan di rumah.

Nah, jika sudah mengetahui syarat di atas maka Anda pun bisa mempraktikkan teknik dasar senam nifas ini. Berikut teknik senam nifas ya Mam.

  1. Gerakan pertama
    Lakukan latihan pernafasan dengan menarik nafas dalam-dalam, tahan sebentar, lalu lepaskan perlahan. Lakukan latihan pernafasan ini dengan posisi bersila atau tiduran jika masih sakit. Gerakan ini bertujuan memulihkan bagian tengah perut yang meregang saat hamil. Lakukan gerakan ini sebanyak 5-10 kali.
  1. Gerakan kedua
    Posisikan tubuh telentang, lalu tekuk lutut ke dalam sambil putar pergelangan kaki. Lakukan gerakan ini semampu Anda.
  1. Gerakan ketiga
    Tubuh dalam posisi telentang. Luruskan sedikit kaki kiri, lalu tekuk. Lakukan gerakan ini pada kaki kanan dan secara bergantian antara kaki kiri dan kanan. Lakukan gerakan ini semampu Anda.

Ketiga gerakan dasar senam nifas yang sederhana ini dapat dikembangkan menjadi beberapa gerakan yang lebih detail. Gerakan dasar di atas jika dilakukan secara rutin dapat mempercepat proses pemulihan pasca persalinan dan membuat tubuh Anda terasa lebih fit.

http://www.ibudanmama.com

Tips Mengajari Si Kecil Membuang Sampah Pada Tempatnya

Salah satu cara menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan adalah dengan membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan ini sudah bisa diajarkan pada si Kecil yang masih balita.

Mengajari anak cinta kebersihan dapat dimulai dari keranjang sampah. Dengan mengajarinya membuang sampah pada tempatnya, si Kecil juga belajar mencintai lingkungan hidup. Di usianya yang masih sangat kecil, bukan menjadi halangan bagi Anda untuk mengenalkannya kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Hal ini akan membuatnya terbiasa hidup bersih hingga dewasa nanti. Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk mengajari si Kecil membuang sampah pada tempatnya, yakni sebagai berikut.

  1. Sediakan tempat sampah di kamar anak, dapur, ruang makan, dan kamar mandi
    Supaya si Kecil terbiasa membuang sampah pada tempatnya, sediakan tempat sampah di berbagai ruangan di rumah Anda, seperti dapur, kamar anak, ruang makan, dan juga kamar mandi. Di kamar si Kecil, pilih tempat sampah yang lucu dan disukainya supaya membuatnya antusias membuang sampah. Jelaskan kepada anak bahwa ia dapat membuang sampah, seperti bungkus permen, kertas, dan kotak susu di tempat sampah tersebut. Katakan pula kepadanya bahwa ia tak boleh bermain tempat sampah karena akan membuat tangannya kotor.
  1. Orang tua menjadi contoh
    Si Kecil senang meniru perilaku orang lain, terutama Anda sebagai orang tua dan orang terdekatnya. Jika ingin si Kecil terbiasa membuang sampah pada tempatnya, Anda harus menjadi panutan dan memberikan contoh kepadanya. Tak hanya di rumah, ketika tengah bepergian bersama si Kecil, misalnya ke tempat rekreasi, pasar, mall, stasiun, dan lain-lain upayakan untuk membuang bungkus camilan atau bungkus air mineral di tempat sampah.
  1. Ajarkan melalui lagu
    Si Kecil pasti senang diajak bernyanyi. Anda juga dapat mengenalkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya melalui kegiatan bernyanyi. Lagu anak-anak berjudul Keranjang Sampah dapat Anda nyanyikan bersama si Kecil.
  1. Kenalkan pemisahan sampah basah dan kering
    Sebaiknya si Kecil juga dikenalkan dengan sampah basah dan kering. Sediakan 2 tempat sampah di dapur untuk memisahkannya. Jelaskan kepada anak bahwa sampah basah misalnya sisa makanan, sampah sayuran, kulit buah, sedangkan sampah kering, seperti botol air mineral, bungkus jajanan, dan bungkus detergent atau sampo.
  1. Berikan pujian saat anak mulai membuang sampah pada tempatnya
    Jangan lupa memberi pujian kepada si Kecil saat ia membuang bungkus makanannya ke tempat sampah dan tidak lagi membuang sampah secara sembarangan.

http://www.ibudanmama.com/

8 Cara Mengatasi Nyeri Punggung Setelah Melahirkan

100626_620

Keluhan nyeri punggung tidak saja dapat Anda rasakan saat masa kehamilan saja, namun salah satu gangguan kesehatan ini dapat Anda rasakan setelah persalinan. Jika rasa nyeri ini dibiarkan saja tentu akan sangat mengganggu aktivitas Anda dalam mengasuh dan merawat bayi. Karena itu, sebaiknya kondisi yang tidak nyaman ini segera Anda atasi. Bagaimana cara mengatasi nyeri punggung pasca melahirkan? Berikut ini tipsnya, Mam.

  1. Jaga berat badan ideal
    Berat badan Anda akan melonjak saat masa kehamilan. Kondisi ini menyebabkan punggung menanggung beban berat sehingga menimbulkan rasa nyeri. Karena itu, jagalah pola makan Anda dan imbangi dengan berolahraga ya, Mam, agar berat badan tidak naik secara drastis.
  1. Jaga posisi duduk dan berdiri
    Saat Anda duduk dan berdiri, usahakan untuk menjaga postur punggung tetap tegak, jangan melengkung atau membungkuk. Kebiasaan duduk dan berdiri dengan postur tubuh benar sebaiknya Anda lakukan sejak saat masa hamil karena kebiasaan ini dapat mencegah rasa sakit pada punggung.
  1. Lakukan pijat
    Untuk merilekskan rasa nyeri punggung, Anda dapat memijatnya dengan menggunakan jasa ahli pijat. Lakukan pijat ini setidaknya seminggu sekali.
  1. Lakukan yoga
    Menjaga kekuatan otot dan punggung, salah satunya dapat diusahakan melalui senam yoga. Ikuti kelas yoga postnatal (pasca melahirkan) untuk mengembalikan bentuk tubuh seperti semula dan mengurani rasa nyeri punggung setelah melahirkan.
  1. Mengonsumsi makanan bernutrisi
    Konsumsilah makanan bernutrisi yang baik bagi kekuatan otot dan tulang, seperti kalsium, fosfor, magnesium, dll. Anda dapat menemukan zat mineral terebut dalam berbagai jenis sayuran, buah-buahan, ikan, daging, dan olahan susu.
  1. Berolahraga
    Berolahraga pasca melahirkan bermanfaat mengatasi rasa nyeri dengan mengurangi tekanan pada tulang pinggul dan punggung. Lakukan latihan peregangan di lantai selama 10 menit atau jalan kaki santai selama 30 menit, 3 kali seminggu. Selain itu, Anda juga bisa mencoba olahraga berenang atau bersepeda. Hindari jenis olahraga yang dapat membebani tulang belakang seperti lari atau angkat beban karena akan memperparah rasa nyeri. Bagi Anda yang melahirkan dengan proses operasi Caesar, mulailah berolahraga 40 hari setelah melahirkan ya, Mam.
  1. Jaga kebiasaan postur tubuh saat merawat bayi
    Perhatikan beberapa kebiasaan yang bermanfaat menjaga kenyaman punggung, seperti:
  • Kurangi intensitas menggendong bayi pada pinggul karena akan membebani otot punggung. Selingi dengan menggendong bayi di depan.
  • Saat menyusui, dekatkan bayi pada dada Anda, duduk dengan punggung tegak di kursi atau sofa tegak dan empuk.
  • Saat hendak mengangkat bayi, usahakan untuk meluruskan lengan, lalu dekatkan bayi ke dada Anda. Hindari melengkungkan tubuh Anda. Saat akan mengangkat bayi Anda dari lantai, jangan langsung membungkukkan badan. Namun, berjongkoklah, kencangkan otot perut, lalu angkat dengan tungkai Anda. Intinya, saat hendak mengangkat beban, jagalah sumbu tubuh dalam posisi tegak, hindari membungkuk karena akan menambah beban dan regangan tulang belakang.
  1. Jaga posisi tidur
    Tidurlah dengan posisi lurus dengan alas atau kasur yang keras. Hal ini akan membuat punggung Anda tetap lurus.

Jika keluhan ini tidak kunjung mereda, segera periksakan kondisi Anda ke dokter agar diberi suplemen khusus untuk menjaga kesehatan tulang punggung Anda.

http://www.ibudanmama.com

6 Manfaat Latihan Jongkok untuk Persalinan Normal

Senam-Jongkok-03_500_333

Tahukan Anda bahwa aktivitas mengepel lantai dengan tangan sangat bermanfaat bagi ibu hamil sebagai persiapan persalinan normal? Bahkan, hal ini sudah sering disarankan oleh orang tua kita, bukan? Tentu, ternyata saran ini diakui kebenarannya, lho, Mam, bukan mitos. Aktivitas mengepel lantai yang didominasi sikap tubuh jongkok ini memiliki manfaat yang luar biasa dan sama dengan olahraga ringan, seperti berenang dan jalan santai. Sebagai jenis aktivitas yang bermanfaat bagi kelancaran proses persalinan normal maka sebaiknya aktivitas ini dilakukan saat usia kehamilan trimester ketiga, yaitu saat usia 34 minggu karena saat itu kondisi janin sudah siap turun ke jalan lahir. Nah, ingin tahu apa saja manfaat jongkok bagi ibu hamil sebagai persiapan jelang persalinan normal? Berikut ini ya, Mam, ulasannya.

  1. Meningkatkan kebugaran tubuh
    Aktivitas mengepel lantai dengan sikap tubuh jongkok bisa dianggap sebagai olahraga ringan maka aktivitas jongkok ini efektif membuat tubuh lebih bugar dan sehat. Kondisi tubuh yang fit sangat dibutuhkan selama proses persalinan. Hal ini tentu menunjang kelancaran proses persalinan normal.
  1. Melatih otot dasar panggul dan diafragma
    Posisi jongkok dapat melatih otot dasar panggul dan diafragma. Hal ini ditunjukkan dengan dinding perut dan diafragma menekan fundus sehingga memastikan panggul lebar.
  1. Mengurangi rasa sakit dan hambatan persalinan
    Posisi jongkok dapat mengurangi kendala dan rasa sakit selama proses persalinan. Dengan demikian, posisi jongkok dapat dikatakan sebagai posisi yang paling tepat dan alami untuk proses persalinan.
  1. Memperkuat otot paha dan perut
    Otot paha dan perut yang kuat dapat membantu posisi bayi mendekati jalan lahir dan mendorong bayi untuk keluar secara alami saat lahir sehingga bermanfaat memperlancar proses persalinan normal.
  1. Meningkatkan elastisitas jalan lahir
    Latihan jongkok bermanfaat meningkatkan elastisitas jalan lahir terbuka lebih lebar. Dengan begitu, kemungkinan melahirkan dengan normal tanpa alat bantu akan semakin besar.
  1. Mengubah posisi bayi sungsang
    Bagi ibu hamil yang mengalami kehamilan sungsang, aktivitas mengepel dalam posisi jongkok ternyata juga berpengaruh positif lho, Mam. Namun, ibu hamil dengan kondisi ini disarankan untuk mengepel dengan posisi menungging dalam posisi lutut lebih rendah dari pantat, lutut, dan telapak tangan menempel di permukaan lantai. Karena itu, bagi Anda yang memiliki bayi sungsang tidak perlu khawatir karena masih bisa melahirkan normal asal rajin melakukan latihan ini.

Setelah mengetahui manfaat jongkok di atas, sangat penting Anda juga mengetahui posisi mengepel lantai yang benar, seperti berikut ini.

  • Atur tubuh dalam posisi menungging dengan posisi kedua kaki ditekuk, tangan dalam posisi tegak lurus, telapak tangan dan lutus menempel di permukaan lantai.
  • Angkat pinggang dan panggul ke arah atas, tundukkan kepala, tahan posisi seperti ini sambil menghitung hingga hitungan ke delapan.
  • Angkat kepala dan gerakkan kain pel dengan tangan saat mengepel lantai.

Sangat bermanfaat kan aktivitas mengepel dengan jongkok maka bagi Anda yang menginginkan persalinan normal, sangat disarankan untuk rajin melakukan aktivitas mengepel lantai dengan tangan dalam posisi jongkok ini. Namun, sebelum melakukan latihan jongkok ini, Anda sebaiknya memeriksakan kondisi kehamilan Anda ke dokter. Jika dokter telah menyatakan bahwa kehamilan Anda sehat dan bisa melahirkan normal maka rajin-rajinlah melakukan aktivitas mengepel lantai dengan posisi jongkok ini. Dengan rajin mengepel lantai, rumah menjadi bersih, persalinan normal pun akan lancar.

http://www.ibudanmama.com

Apa Saja yang Harus Dilakukan Oleh Ibu Hamil? (2)

Beberapa-Tips-Untuk-Mempersiapkan-Kehamilan-Anda

Setelah membaca artikel sebelumnya, “Apa Saja yang Harus Dilakukan Oleh Ibu Hamil (1)“, berikut ini kebiasaan baik lainnya yang patut dilakukan oleh ibu hamil demi kesehatan diri sendiri maupun janin dalam kandungan. Apa saja kebiasaan baik lainnya itu?

6. Kebiasaan menjaga kesehatan kulit tubuh
Dianjurkan:

  • Oleskan pelembab yang mengandung vitamin E atau Anda bisa menggunakan minyak zaitun untuk mencegah terjadinya strect marks (peregangan kulit).
  • Hindari penggunaan produk pemutih kulit, tabir surya, pembersih kulit, lation yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi janin, seperti hydroquinone, asam salsilat, aksibenzon, dll.
  • Hindari tanning atau penggelapan kulit dengan produk kimia yang mengandung dihidrosiaseton (DHA) yang dapat merusak DNA.
  • Perbanyak minum air putih dan cairan sehat.
  • Perbanyak mengonsumsi buah dan sayur.

7. Kebiasaan menjaga kesehatan payudara
Dianjurkan:

  • Mandi secara teratur dua kali sehari untuk menjaga kesehatan kulit dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.
  • Menggunakan bra yang nyaman dan pas dengan ukuran payudara.
  • Jangan menarik puting payudara saat hamil muda karena dapat merangsang hormon oksitosin yang menyebabkan kontraksi rahim.

8. Kebiasaan menjaga kesehatan alat kelamin
Dianjurkan:

  • Setelah buang air kecil dan besar, basuh alat kelamin dari arah depan ke belakang.
  • Pakailah celana dalam yang berbahan katun dan longgar dan sering mengganti celana dalam. Jaga celana dalam agar tetap kering.
  • Jangan mencemaskan keputihan karena hal ini terjadi karena perubahan hormonal, kecuali kalau keputihan sudah berbau tidak sedap dan berwarna kuning kental atau hijdau dan disertai rasa gatal.

9. Kebiasaan menjaga kesehatan kaki
Ibu hamil sering mengalami keluhan yang berkaitan dengan kaki. Beberapa tips di bawah ini dapat melancarkan peredaran darah, mencegah pembengkakan, varises, kram, dan pegal pada kaki. Dianjurkan:

  • Hindari penggunaan alas kaki dengan tumit tinggi, bertali, dan sempit. Saat berbaring atau tidur, ganjal kaki dengan bantal dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala.
  • Sesekali merendam kaki dengan air hangat yang diberi garam.
  • Pijat lembut kaki dengan menggunakan minyak zaitun.
  • Hindari penggunaan cat kuku yang mengandung bahan kimia berbahaya, seperti aseton, top coat, base coat.
  • Hindari posisi duduk atau berdiri dalam waktu lama.

10. Kebiasaan menjaga kesehatan pernapasan
Dianjurkan:

  • Hindari menghirup udara kotor penuh polusi.
  • Menghindari penggunaan bahan-bahan kimia, seperti obat pembunuh serangga, cat, pembersih lantai, dll.
  • Bagi ibu hamil yang mengidap asma, hindari faktor pencetus asma seperti bulu binatang, udara dingin, serbuk bunga, debu, dll.
  • Berolahraga ringan, seperti jalan kaki dan yoga.

11. Kebiasaan menjaga kesehatan pikiran
Dianjurkan:

  • Banyak beristirahat dan tidur, hindari kondisi tubuh yang terlalu lelah. Usahakan untuk tidur siang ya, Mam, jika Anda mengalami susah tidur saat malam hari. Usahakan untuk tidur siang selama 1-2 jam dan tidur malam selama 6-7 jam.
  • Sering berbagi rasa dengan suami dan keluarga.
  • Berlibur atau refreshing bersama keluarga.
  • Berolahraga ringan, seperti berenang dan senam.
  • Bagi Anda wanita karier, segera ajukan cuti untuk menghindari stres dan kelelahan akibat bekerja.

Menjaga kesehatan ibu hamil dan janin memerlukan sikap disiplin dan kesadaran. Di atas merupakan tips cerdas menjaga kesehatan ibu hamil dari ujung kepala hingga ujung kaki. Selain itu, tetap rajin memeriksakan kondisi kesehatan Anda dengan dokter agar selalu terpantau kesehatan janin.

http://www.ibudanmama.com

8 Cara Mencegah Bayi Lahir Cacat

Efek-Samping-USG-Untuk-Kehamilan

Memiliki bayi yang lahir sehat dan sempurna, tanpa ada cacat selalu menjadi harapan dan keinginan setiap orang tua. Namun, masih saja ada banyak kasus bayi yang lahir dengan memiliki kelainan cacat bawaan, seperti cacat jantung, keterbelakangan mental, bibir sumbing, buta, tuli, dll. Untuk menghindari bayi lahir cacat, diperlukan kesadaran dan pengetahuan dari orang tua agar kelak dapat melahirkan bayi dengan sehat. Di bawah ini beberapa tips mencegah bayi terlahir cacat yang perlu Anda cermati ya, Mam.

  1. Melakukan pemeriksaan TORCH
    Pemeriksaan TORCH ini dilakukan untuk mencegah adanya virus toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes. Dengan begitu, Anda akan dapat memastikan kehamilan Anda berisiko atau tidak.
  1. Mengonsumsi makanan bergizi
    Setiap ibu hamil diwajibkan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi. Usahakan untuk selalu memenuhi kebutuhan vitamin A, B, K, kalsium, yodium, magnesium, asam folat, zinc, tiamin, dan riboflavin setiap harinya agar bayi Anda terhindar dari kelainan atau cacat. Kekurangan asupan gizi dapat menyebabkan bayi mengalami hidrosephalus, down syndrom, bibir sumbing, buta, dll. Selain mengonsumsi makanan bergizi, imbangi dengan minum air putih dan berolahraga ya, Mam.
  1. Jauhi alkohol dan rokok
    Alkohol dan rokok berdampak negatif pada perkembangan janin. Alkohol dapat masuk ke tubuh janin melalui plasenta sehingga menyebabkan bayi mengalami kelainan fisik dan fungsi otak. Kelainan tersebut berupa kerusakan organ hati, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, keterbelakangan mental, hiperaktif, bayi terlambat bicara, dll. Sedangkan, rokok dapat menurunkan pasokan oksigen ke janin sehingga menghambat perkembangan otak dan fisik janin. Hal ini mengakibatkan kelainan jantung, bibir sumbing, dll.
  1. Hindari penggunaan obat-obatan tanpa resep dokter
    Ibu hamil dilarang mengonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter karena dapat menyebabkan kelainan pada bayi.
  1. Mengonsumsi suplemen dari dokter
    Dokter mengetahui kondisi tubuh setiap pasiennya. Pemberian suplemen dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan asupan gizi yang masih dirasa kurang, seperti zat besi, asam folat, kalsium dll.
  1. Hindari paparan radiasi
    Paparan radiasi sinar X dan nuklir dapat mengakibatkan kelainan kongenital.
  1. Hindari paparan bahan kimia
    Bahan kimia seperti merkuri dan raksa adalah jenis bahan yang sangat berbahaya bagi kehamilan. Bahan kimia tersebut dapat ditemui dalam cat tembok, cat rambut, insektisida, make-up, dll. Zat kimia ini akan sangat berbahaya jika mengendap di dalam tubuh ibu hamil sehingga dapat mengakibatkan buta, bisu, down syndrom, dll.
  1. Rutin melakukan pemeriksaan USG
    Dengan melakukan pemeriksaan USG maka bayi akan dapat terlihat dengan jelas bentuk tubuhnya sehingga akan mudah mendeteksi jika ada kelainan pada bayi.

Bayi Anda akan dapat terlahir sehat dan sempurna dengan mematuhi tips gaya hidup sehat di atas. Namun, apabila Anda sebagai orang tua memiliki cacat atau kelainan maka terbuka kemungkinan Anda akan mewariskan kelainan tersebut ke bayi Anda. Karena itu, selalu jaga kesehatan demi janin yang ada di dalam kandungan.

http://www.ibudanmama.com

Apa Saja yang Harus Dilakukan Oleh Ibu Hamil? (1)

Beberapa-Tips-Untuk-Mempersiapkan-Kehamilan-Anda

Seperti pada umumnya, ibu hamil harus selalu menjaga kesehatan. Hal ini penting dilakukan karena bukan saja kesehatan ibu yang dijaga, namun kesehatan janin pun harus selalu diutamakan. Karena kondisi inilah, ibu hamil harus ekstra disiplin dalam menjaga kesehatan. Namun, hal yang disayangkan adalah beberapa ibu hamil masih bingung mengenai cara menjaga kesehatannya atau masih menyepelekan kesehatannya. Nah, berikut ini beberapa kebiasaan yang patut diketahui dan dilakukan oleh ibu hamil agar kesehatan dirinya dan janin tetap terjaga dengan baik.

  1. Kebiasaan menjaga kesehatan wajah
    Flek atau bintik cokelat pada wajah terjadi karena hormon kehamilan yang merangsang pigmentasi pada kulit wajah. Warna gelap pada wajah ini akan hilang dengan sendiri. Selain itu, banyak ibu hamil yang mengeluh kulitnya berjerawat saat hamil. Dianjurkan:
  • Mencuci wajah dengan teratur.
  • Pijat ringan pada wajah untuk relaksasi.
  • Hindari penggunaan krim pemutih atau krim kecantikan dan obat jerawat karena bahan yang digunakan bersifat kimiawi. Hindari obat jerawat yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi janin, seperti hidrokortison, salicylic acid, benzoil peroksida, retinol A, dll.
  1. Kebiasaan menjaga kesehatan rambut
    Rambut rontok dan tumbuh rambut halus di pelipis terjadi karena perubahan hormon kehamilan. Jadi, jangan khawatir ya, Mam, karena kondisi ini akan hilang dengan sendirinya. Dianjurkan:
  • Mencuci rambut atau keramas secara teratur.
  • Pijat ringan pada kepala untuk relaksasi.
  • Jangan mengecat, mengeriting, melakukan rebonding rambut serta menggunakan cream hair removers karena bahan kimia yang digunakan bersifat beracun. Penggunaan bahan-bahan kimia ini dapat menyebabkan bayi lahir cacat.
  1. Kebiasaan menjaga kesehatan mulut
    Dianjurkan:
  • Rajin membersihkan gigi setelah muntah.
  • Rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi.
  • Menggosok gigi dengan sikat gigi yang lembut secara teratur setelah makan.
  • Sesekali berkumur dengan larutan air garam hangat.
  • Banyak mengonsumsi buah dan sayur.
  • Perbanyak minum air putih dan mengonsumsi minuman sehat, seperti jus buah, susu, air kacang hijau, dll.
  • Jangan merokok.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol, mengandung kafein.
  • Mencuci bersih buah dan sayur sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan residu pestisida.
  1. Kebiasaan menjaga kesehatan perut
    Dianjurkan:
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan longgar. Hindari memakai pakaian ketat.
  • Tidur dengan posisi miring ke kiri agar peredaran darah dari ibu ke janin lancar. Hindari posisi tidur telentang.
  • Usahakan posisi tubuh selalu tegak saat duduk dan berjalan agar dapat menjaga keseimbangan tubuh dan tidak terjatuh.
  • Bila hendak mengambil benda terjatuh di lantai, jangan langsung menunduk ya, Mam. Tekuk salah satu lutut terlebih dahulu, lalu pelan-pelan menunduk untuk mengambil benda yang terjatuh.
  • Rutin memeriksakan kandungan ke dokter kandungan.
  1. Kebiasaan menjaga kesehatan tangan
    Dianjurkan:
  • Mencuci tangan setelah beraktivitas melakukan pekerjaan.
  • Gunakan sarung tangan saat beraktivitas dengan binatang, tanah, pupuk, dll. Hal ini dapat mencegah terjangkitnya virus toksoplasma.
  • Hindari penggunaan cat kuku yang mengandung bahan kimia.

http://www.ibudanmama.com

6 Tips Agar Balita Tidak Mudah Stres

SONY DSC

Stres kapan saja dapat dialami oleh anak, termasuk saat usianya masih balita. Kondisi tersebut tak bisa dibiarkan karena dapat berpengaruh pada perkembangan mental dan kesehatannya.

Stres memang membuat si Kecil belajar cara menyelesaikan masalah. Namun, bukan berarti Anda terus membiarkan anak sering mengalami stres. Stres tak hanya terjadi pada anak-anak usia sekolah, si Kecil yang masih berusia balita pun bisa juga mengalaminya.

Pada si Kecil yang masih berusia balita, ketidakmampuannya melakukan sesuatu dapat memicu terjadinya stres. Sebagai contoh, saat teman-temannya sudah lihai menggunakan sepeda roda dua sementara ia belum bisa menggunakan. Hal ini bisa membuatnya stres. Ditambah dengan ejekan teman-temannya.

Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat Anda ajarkan kepada si Kecil untuk membuatnya tidak mudah stres. Berikut ini caranya:

  1. Mengajari anak cara memecahkan masalah
    Latih anak cara menyelesaikan masalah semenjak usianya masih kecil. Selain itu, tekankan kepadanya untuk selalu berpikir positif bahwa segala sesuatu yang dihadapinya dapat dicari jalan keluarnya. Jelaskan pula bahwa ada beberapa hal yang tidak perlu membuatnya cemas secara berlebihan. Dengan cara ini, akan membuat si Kecil tidak mudah stres saat menghadapi rintangan.
  1. Latih anak mengungkapkan perasaannya
    Biasakan si Kecil untuk bercerita dan mengungkapkan perasaannya. Anda sebaiknya sering bertanya kepada anak mengenai apa saja yang dilakukannya, mengapa ia sedih atau senang, sehingga membuatnya terbiasa bercerita mengenai segala sesuatu yang dialaminya. Hal ini tentu saja memudahkan Anda dalam memberi solusi saat anak tengah mengalami masalah.
  1. Dorong anak untuk terus aktif beraktivitas
    Berikan motivasi kepada si Kecil untuk aktif menjalankan aktivitasnya, seperti berolahraga atau menjalankan hobinya. Hal ini akan membuatnya lebih sehat dan terhibur.
  1. Menerapkan pola asuh positif
    Pola asuh yang tepat juga berpengaruh pada cara si Kecil menghadapi masalah. Jika Anda membiasakan si Kecil mandiri, tidak memanjakan, dan bertanggung jawab, anak akan lebih siap dalam menghadapi masalah dan rintangan.
  1. Mengajari balita membuat jadwal kegiatan sehari-hari
    Latih si Kecil membuat jadwal kegiatan atau rutinitas sehari-hari, dari mulai bangun pagi hingga jelang tidur di malam hari. Dengan cara ini, si Kecil sudah terbiasa hidup teratur dan disiplin, sehingga tidak membuatnya mudah stres dan lelah dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.
  1. Menerima kekurangan dan kelebihan anak
    Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan. Terkadang orang tua memaksakan si Kecil untuk menguasai sesuatu, padahal ia belum bisa melakukannya. Akhirnya bisa membuatnya stres. Dalam hal ini, orang tua sebaiknya menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anak.

http://www.ibudanmama.com